BAGAIMANA KALAU


Monday, April 20, 2009

BAGAIMANA KALAU

Posted by Gaia at 8:59 AM

Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam,
tapi buah alpukat,

Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat,

Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah,
dan kepada Koes Plus kita beri mandat,

Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi,
dan ibukota Indonesia Monaco,

Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas,
salju turun di Gunung Sahari,

Bagaimana kalau bisa dibuktikan bahwa Ali Murtopo,
Ali Sadikin dan Ali Wardhana ternyata pengarang-pengarang lagu pop,

Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia ,
dibayar dengan pementasan Rendra,

Bagaimana kalau segala yang kita angankan terjadi,
dan segala yang terjadi pernah kita rancangkan,

Bagaimana kalau akustik dunia jadi demikian sempurnanya sehingga di
kamar tidur kau sampai deru bom Vietnam, gemersik sejuta kaki
pengungsi, gemuruh banjir dan gempa bumi serta suara-suara
percintaan anak muda, juga bunyi industri presisi dan
margasatwa Afrika,

Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil
mempertimbangkan protes itu,

Bagaimana kalau kesenian dihentikan saja sampai di sini dan kita
pelihara ternak sebagai pengganti,

Bagaimana kalau sampai waktunya kita tidak perlu bertanya bagaimana
lagi

Taufiq Ismail
1971
Sumber:
Malu (aku) Jadi Orang Indonesia
Seratus Puisi Taufiq Ismail

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: